Teladan Jemaat Pertama ~Kis 2:44~

Kisah Para Rasul 2:44

Thursday, June 7, 2018

Ppk SMA1, 5juni

Kis 2:41-47

Cara hidup jemaat yg pertama

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptisdan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Perkataan itu, ini membicarakan kotbah Petrus tentan Yesus yang adalah Mesias (Kis 2: 14-40)

Sedangkan menerima lalu memberi diri dibapti itu simbol percaya. Menerima = percaya, shg berubah status jadi anak2 Allah (Yoh 1:12)

42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Ada persekutuan dan bertekun dalam pengajaran rasul; Jadi ada pendalaman Firman, ada bimbingan dr orang percaya.

43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

Kemudian ada peneguhan2 yang dialamai, artinya tidak hanya percaya dalam tataran pengetahuan dan pengertian, namun juga mengalami.

44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

Kalau kita melihat di versi ILT, mengatakan mereka selalu di tempat yang sama. Artinya ada waktu berkumpul bersatu dalam persekutuan. Perkumpulan ini juga tdk lepas dari memaknai bahwa mereka satu tubuh d Kristus dan mereka masing2 anggotanya(Roma 12:5)

45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

Jemaat mempraktekan Kasih. Kalau dalam bahasa ibrani kata kasih dimaknai dengan memberi. Bukti kasih Allah, Ia memberi AnakNya yang Tunggal (Yoh 3:16)

Bukti kasih Abraham, ia mau memberi anak tunggalnya dari garis keturunan Sara, anak perjanjian, untuk rela di korbankan kepada Allah.(Kej 22:1-19)

Bukti kasih kita apa? 
Bukti kasih kita tentunya mempersembahakan/ memberi hidup kita dng hidup kudus di dalam Allah. (Rom 12:1)

Selain itu tentunya melakukan kasih kepada sesama adalah yg wajib bg anak2Nya. Lihat Mat 25:31-46..

46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

Mereka tetap bersekutu, sehati dan memecah roti. Memecah roti sendiri dilakukan sebagai pengingat akan Yesus yang menyerahkan tubuhNya. (Luk 22:19)

47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Persekutuan harusnya dapat membawa dampak positif kepada lingkungan, sampai kepada pengenalan akan Kristus. (penginjilan)

Pertanyaan2 untuk direnungkan: 
1. Apakah kita sudah percaya dan menerima? 
2. Apakah kita menerima bimbingan dan peneguhan2? 
3. Apakah kita sadar adalah satu tubuh dalam persekutuan? 
4. Apakah kita sudah dan terus mempraktekan kasih minimal di dalam persekutuan? 
5. Apakah kita senantiasa mengingat karya salib? 
6. Apakah sudah dan sedang membawa pengaruh positif shg orang dapat mengenal Kristus? 

<<SebelumAtasBerikutnya>>

Comments

Popular posts from this blog

Masih berbuat berdosa(?)

Taks Manager

Pemilu dan orang percaya